
Renovasi rumah subsidi memang menggoda—terutama saat rumah mulai terasa sempit, pengap, atau kurang sesuai kebutuhan keluarga. Namun, banyak yang belum tahu bahwa renovasi rumah subsidi tidak sebebas rumah komersial karena terikat aturan dari pemerintah dan bank pemberi KPR.
Jika kamu salah langkah, bisa jadi renovasi kamu dianggap melanggar dan berisiko terkena sanksi atau bahkan pembongkaran paksa. Untuk itu, sebelum mulai bongkar-bongkar, pastikan kamu memahami 7 hal penting ini agar renovasi rumah subsidi kamu aman, legal, dan tetap hemat.
1. Pastikan Cicilan KPR Lancar
Salah satu syarat utama agar kamu bisa mengajukan izin renovasi adalah status cicilan KPR yang lancar. Bank tidak akan memberikan izin jika kamu memiliki riwayat tunggakan. Pastikan kamu tidak menunggak angsuran dalam beberapa bulan terakhir sebelum mengajukan rencana renovasi.
2. Tunggu Masa Kredit Berjalan 5 Tahun
Pemerintah mensyaratkan bahwa renovasi besar hanya boleh dilakukan setelah rumah ditempati atau kredit berjalan minimal 5 tahun. Di bawah itu, hanya perbaikan ringan seperti:
- Perbaikan atap bocor
- Cat ulang
- Perbaikan keran dan saluran air
Renovasi besar yang dilakukan sebelum 5 tahun berisiko dianggap pelanggaran program subsidi.
3. Ajukan Izin Renovasi ke Bank Pemberi KPR
Setelah memenuhi syarat cicilan dan masa kredit, kamu wajib mengajukan izin tertulis ke bank pemberi KPR (BTN, BRI, atau lainnya) dengan menyertakan:
- Fotokopi sertifikat rumah
- Rencana renovasi atau sketsa desain
- Rincian anggaran biaya (RAB)
- Foto kondisi rumah saat ini
Tanpa izin tertulis, kamu bisa dianggap merombak rumah subsidi secara ilegal.
4. Ketahui Apa yang Tidak Boleh Diubah
Aturan utama dari rumah subsidi adalah: tidak boleh mengubah tampak depan dan struktur utama rumah. Jadi, hindari:
- Menambah lantai (dua tingkat)
- Memperluas bagian depan rumah
- Mengubah bentuk fasad atau atap depan
- Mengubah dinding struktural utama
Sebaliknya, kamu diperbolehkan:
- Memperluas dapur ke area belakang
- Menambah kamar di sisa lahan belakang
- Mengganti keramik, plafon, atau cat interior
5. Konsultasikan dengan Arsitek atau Kontraktor Berpengalaman
Renovasi rumah subsidi perlu keahlian khusus karena banyak batasan legal dan teknis. Dengan bantuan profesional seperti Kunci Istana, kamu bisa:
- Mendapatkan desain legal yang tetap estetik
- Menyusun RAB yang hemat dan realistis
- Menghindari kesalahan struktural atau pelanggaran hukum
Tim Kunci Istana berpengalaman dalam merenovasi rumah subsidi tanpa melanggar aturan dan tetap menghasilkan hunian yang nyaman dan menawan.
6. Siapkan Rencana Anggaran Renovasi (RAB)
Renovasi tanpa anggaran yang jelas berisiko boros atau mandek di tengah jalan. Susun RAB berdasarkan:
- Prioritas ruangan yang ingin direnovasi
- Harga material terbaru
- Biaya tukang atau kontraktor
RAB yang baik adalah fondasi renovasi yang hemat dan terarah.
7. Buat Checklist Kebutuhan Renovasi Secara Detail
Sebelum bertemu arsitek atau kontraktor, tuliskan secara detail apa saja kebutuhanmu, seperti:
- Tambah dapur 2×3 m di belakang
- Ganti keramik ruang tamu
- Tambah atap untuk area cuci jemur
- Cat ulang seluruh interior
Dengan checklist yang jelas, kamu bisa menghemat waktu, biaya, dan menghindari revisi berulang.
📎 Butuh referensi teknis standar ruang dan kelengkapan gambar renovasi? Kamu bisa melihat panduan resmi dari Kementerian PUPR tentang Standar Kelengkapan Gambar Arsitektur (PDF) untuk memahami standar ruang minimum, skala gambar, hingga detail teknis yang sebaiknya disiapkan saat merancang renovasi.
Renovasi yang Aman Selalu Dimulai dari Perencanaan yang Tepat
Renovasi rumah subsidi bisa jadi pengalaman menyenangkan jika dilakukan dengan pengetahuan yang benar dan tim pelaksana yang profesional.
Mulai dari perencanaan hingga pengawasan, Kunci Istana siap mendampingi kamu mewujudkan rumah subsidi yang nyaman, legal, dan layak bangga.
👉 Lihat inspirasi renovasi rumah subsidi lainnya di Portofolio Proyek Kunci Istana


