Futuristik

Kenapa Listrik Rumah Sering Jeglek? Ini Penyebabnya

Kalau listrik tiba-tiba jeglek, pasti rasanya menyebalkan apalagi kalau kita sedang nonton drama, memasak pakai air fryer, atau kerja pakai laptop. Masalah listrik anjlok atau MCB turun sendiri memang sering terjadi di rumah-rumah Indonesia, terutama yang instalasinya sudah lama atau dipakai melebihi kapasitas.

Banyak orang berpikir ini hal biasa. Padahal, listrik yang sering jeglek bisa jadi tanda bahaya. Bisa saja ada korsleting, kabel rusak, atau penggunaan daya yang tidak sesuai kebutuhan. Nah, sebelum masalah makin besar, yuk pahami dulu penyebab listrik sering turun dan bagaimana cara mengatasinya.


1. Beban Listrik Melebihi Kapasitas (Overload)

Ini adalah penyebab paling umum listrik rumah tiba-tiba jeglek. MCB akan turun otomatis ketika daya yang digunakan melebihi batas yang diizinkan.

Tanda listrik sedang overload:

  • AC, kulkas, dan mesin cuci menyala bersamaan lalu listrik mati.
  • Rumah memakai banyak perangkat elektronik berdaya tinggi.
  • Listrik sering mati saat menyalakan alat pemanas air, oven, atau kompor listrik.

Solusi:

  • Periksa daya listrik yang terpasang (450 VA / 900 VA / 1300 VA / 2200 VA).
  • Perbarui daya jika kebutuhan rumah memang meningkat.
  • Gunakan alat elektronik berdaya rendah (low watt).

2. Adanya Korsleting (Short Circuit)

Korsleting terjadi saat kabel panas dan netral saling bersentuhan, sehingga MCB otomatis turun demi keselamatan.

Penyebab korsleting yang sering terjadi:

  • Sambungan kabel tidak rapi atau sudah getas.
  • Stopkontak longgar atau berkarat.
  • Perangkat elektronik rusak.
  • Instalasi tua dan tidak pernah dicek.

Solusi:

  • Periksa stopkontak yang mengeluarkan bau gosong atau percikan kecil.
  • Jangan memasang colokan bertumpuk.
  • Hubungi teknisi listrik resmi jika mencurigai jalur kabel dalam tembok rusak.

3. Banyak Menggunakan Stopkontak Cabang atau Terminal Colokan

Terminal colokan (T, sambungan bertingkat, dan sejenisnya) sering dipakai karena praktis. Namun, justru ini yang memicu penumpukan daya pada satu titik.

Risiko terminal colokan berlebih:

  • Kabel panas dan meleleh.
  • Stopkontak terbakar.
  • Korsleting dan MCB jatuh.

Solusi:

  • Gunakan terminal colokan yang memiliki fitur overload protection.
  • Jangan mencolokkan peralatan besar seperti air fryer, rice cooker, dan hair dryer pada terminal yang sama.
  • Lebih baik tambah stopkontak permanen.

4. Instalasi Listrik Rumah Sudah Usang

Rumah lama biasanya memiliki kabel yang sudah rapuh, isolasi mengelupas, atau pemasangan yang tidak sesuai standar.

Tanda instalasi listrik bermasalah:

  • Lampu berkedip.
  • Stopkontak panas atau longgar.
  • Sering terjadi jeglek tanpa alasan jelas.

Solusi:

  • Lakukan audit instalasi listrik minimal 5 tahun sekali.
  • Ganti kabel instalasi yang sudah menua.
  • Pastikan instalasi mengikuti standar PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik).

5. MCB Rusak atau Tidak Sesuai Kapasitas

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah “pengaman utama” rumah. Jika komponennya bermasalah, listrik bisa turun walaupun tidak ada korsleting ataupun overload.

Tanda MCB rusak:

  • Sering turun tanpa beban berlebih.
  • Terasa panas ketika disentuh.
  • Kondisi fisik terlihat gosong atau berbau aneh.

Solusi:

  • Ganti MCB dengan yang sesuai ukuran (6A, 10A, 16A, 20A).
  • Gunakan MCB merek berkualitas agar lebih awet.
  • Pastikan pemasangan dilakukan teknisi berlisensi.

6. Kerusakan pada Perangkat Elektronik

Kadang bukan instalasinya, tetapi alat listriknya yang bermasalah.

Contoh perangkat yang sering jadi penyebab:

  • Kulkas dengan kompresor rusak.
  • Pompa air macet.
  • Charger rusak atau korslet.
  • Mesin cuci yang wiring-nya longgar.

Jika salah satu alat bermasalah, MCB bisa turun setiap kali alat itu dinyalakan.

Solusi:

  • Cabut semua perangkat, lalu hidupkan listrik.
  • Coba colok perangkat satu per satu untuk mengetahui yang bermasalah.
  • Segera perbaiki atau ganti alat tersebut.

7. Kelebihan Beban pada Satu Jalur (Grouping Tidak Benar)

Dalam instalasi listrik yang benar, beban harus dibagi ke beberapa jalur. Namun, banyak rumah membuat semua stopkontak terhubung pada satu grup saja.

Akibat grouping yang salah:

  • Stopkontak mudah panas.
  • Listrik turun ketika banyak alat dinyalakan.
  • Kabel cepat rusak karena beban berlebih.

Solusi:

  • Atur ulang jalur berdasarkan kebutuhan: dapur, AC, ruang tamu, dll.
  • Pisahkan jalur khusus untuk peralatan besar seperti water heater atau AC.

8. Kebocoran Arus Listrik

Arus listrik bisa bocor ke tanah ketika instalasi atau alat elektronik mengalami kerusakan. Ini sangat berbahaya dan bisa memicu sengatan listrik.

Ciri kebocoran arus:

  • MCB turun ketika ruangan lembap.
  • Ada rasa kesetrum ringan di permukaan perangkat.
  • Stopkontak mengeluarkan percikan.

Solusi:

  • Gunakan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker).
  • Periksa grounding rumah.
  • Pastikan instalasi terlindungi isolasi yang baik.

9. Cuaca Ekstrem dan Tegangan Tidak Stabil

Tegangan dari PLN kadang tidak stabil, terutama saat:

  • Hujan deras dan petir.
  • Ada pemadaman bergilir.
  • Beban listrik area sedang tinggi.

Saat tegangan naik turun, MCB bisa turun sebagai perlindungan.

Solusi:

  • Gunakan stabilizer untuk perangkat penting.
  • Pakai stopkontak dengan surge protector.
  • Matikan perangkat sensitif saat cuaca ekstrem.

10. Kelembapan Tinggi yang Menyebabkan Konslet Mikro

Rumah di daerah lembap, dekat pantai, atau yang memiliki sirkulasi buruk sering mengalami masalah konsleting mikro pada stopkontak.

Solusi:

  • Keringkan area stopkontak jika sering terkena air atau uap.
  • Gunakan penutup stopkontak anti-air.
  • Tingkatkan ventilasi untuk mengurangi kelembapan.

Cara Mencegah Listrik Jeglek Berulang Kali

Berikut tips yang bisa langsung diterapkan:

1. Gunakan peralatan low-watt untuk menghemat daya.

    2. Lakukan pengecekan instalasi minimal setahun sekali.

    3. Beri jarak penggunaan alat berat (setrika, air fryer, rice cooker).

    4. Gunakan kabel dan stopkontak berkualitas SNI.

    5. Hindari overstack terminal colokan.

    6. Pastikan daya rumah sesuai kebutuhan keluarga.


    Perhatikan Listrik Sebelum Bangun Rumah

    Listrik yang sering jeglek bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga bisa menjadi tanda bahaya pada instalasi rumah kamu. Mulai dari overload, korsleting, instalasi lama, hingga perangkat elektronik rusak semuanya bisa memicu listrik turun mendadak.

    Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga keamanan rumah. Jika kamu berencana merenovasi atau memperbaiki instalasi listrik, selalu gunakan material berkualitas dan instalasi yang mengikuti standar PUIL agar rumah aman dan nyaman.

    Hunian yang aman dimulai dari instalasi listrik yang sehat! mulai dari sekarang perlu banget dari awal kamu mengecek rutin listrik saat bangun rumah. Dan pastikan menggunakan kontraktor yang tepat, yaitu kunci istana. Kunci Istana selalu hadir untuk jadi partner kamu membangun istana impian. Dengan harga yang bisa dibicarakan, kamu bisa dengan mudah wujudin istana impian bersama kunci istana. Yuk mulai hubungi kontak kami di:
    ☎081517084558
    🖥support@kunciistana.id
    🏢Jl. Gandasasmita No.139A, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
    📲 https://kunciistana.id/