Renovasi ruang kantor tidak hanya tentang mengubah tampilan bagian dalam. Agar hasilnya nyaman, efisien, dan menunjang kerja, perencanaan anggaran harus dihitung dengan tepat. Banyak pemilik bisnis bingung menghitung biaya renovasi, sehingga berisiko anggaran bertambah besar di tengah proyek.
Artikel ini menjelaskan langkah-langkah yang praktis untuk menghitung anggaran renovasi kantor secara efektif. Panduan ini cocok bagi Anda yang sedang merencanakan renovasi ruang kantor yang fungsional tanpa melebihi anggaran.
Mengapa Perlu Menghitung Anggaran Renovasi dengan Jelas?

Sebelum membahas cara menghitung, perlu dipahami bahwa renovasi kantor tanpa perencanaan anggaran yang matang bisa menyebabkan:
- Biaya bertambah melebihi dugaan awal
- Hasil renovasi tidak sesuai harapan
- Proyek tertunda karena uang tidak cukup
- Konflik antara pemilik dan tukang
Oleh karena itu, menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum memulai renovasi adalah langkah paling penting agar proyek berjalan mulus dan terkendali.
Langkah-Langkah Cara Menghitung Anggaran Renovasi Ruang Kantor

Berikut adalah langkah-langkah sistematis dalam perhitungan anggaran yang perlu Anda lakukan:
1. Tentukan Skala dan Tujuan Renovasi
Langkah pertama adalah menentukan seberapa luas renovasi yang akan dilakukan serta tujuannya.
Contoh jenis renovasi bisa meliputi:
- Memperbaiki atap yang bocor atau memasang isolasi ulang
- Mengganti dinding atau partisi
- Mengatur ulang lantai
- Memasang ulang plafon
- Instalasi kabel listrik dan data
- Menambah sistem pendingin atau ventilasi baru
Mengetahui cakupan ini membantu Anda mengetahui item biaya yang perlu dimasukkan ke dalam perhitungan.
2. Hitung Biaya Atap dan Struktur Atap
Atap adalah bagian penting dari struktur bangunan yang terkait langsung dengan kenyamanan ruangan kantor. Biaya yang perlu dihitung antara lain:
- Bahan atap (genteng, metal, UPVC, atau jenis lainnya)
- Upah tukang atap
- Insulasi atau lapisan pelindung panas
- Perbaikan kerangka atap jika rusak
Rumus sederhana:
Biaya total atap = (luas atap x harga bahan per meter persegi) + upah tukang + biaya insulasi
Luas atap biasanya sama dengan luas bangunan kantor, jadi perhitungan bisa disesuaikan dengan total meter persegi ruangan yang direnovasi.
3. Biaya Dinding dan Partisi
Renovasi dinding mencakup:
- Memperbaiki dinding yang retak atau basah
- Membongkar dinding lama (jika diperlukan)
- Pasang partisi baru
- Cat ulang dinding seluruhnya atau sebagian
Hitung total luas dinding (dalam meter persegi) yang akan direnovasi atau dibangun baru, lalu kalikan dengan harga bahan tambah biaya tenaga kerja.
Contoh perhitungan:
Biaya dinding = luas dinding × (harga bahan + biaya tenaga kerja)
Perlu diperhatikan, jika menggunakan partisi modular atau kaca, harganya per meter persegi bisa lebih mahal dibanding dinding biasa.
4. Perhitungan Lantai
Lantai kantor yang sering direnovasi biasanya melibatkan:
- Pasang keramik atau vinyl
- Perbaikan lantai beton
- Lapisi ulang lantai lama
Rumus sederhana:
Biaya lantai = luas lantai (dalam meter persegi) × harga bahan lantai per meter persegi + biaya pemasangan
Pastikan bahan dipilih sesuai kebutuhan kantor, misalnya lantai yang mudah dibersihkan atau tahan beban tinggi untuk area kerja intensif.
5. Instalasi Listrik dan Kabel
Kebutuhan listrik dan data penting untuk kenyamanan dan aktivitas kerja. Renovasi harus memperhitungkan:
- Menambah colokan listrik
- Mengatur kabel data dan jaringan internet
- Pasang panel listrik baru atau pindahkan lokasi panel
- Menambah titik lampu dan sakelar
Biaya ini biasanya dihitung berdasarkan jumlah titik instalasi atau total panjang kabel yang dibutuhkan.
Biaya instalasi listrik = jumlah titik × biaya per titik + panjang kabel × harga per meter
Pastikan instalasi dilakukan oleh tenaga profesional agar aman dan sesuai standar listrik komersial.
6. Pencahayaan dan AC/Ventilasi
Renovasi kantor yang modern kini juga harus memperhitungkan pencahayaan yang nyaman dan sistem pendingin yang optimal. Biaya yang termasuk dalam item ini antara lain:
- Lampu LED hemat energi
- AC split atau AC sentral sesuai ukuran ruangan
Item ini bisa meningkatkan kenyamanan kerja dan mengurangi biaya listrik jika dipilih secara efisien.
7. Tambahkan Cadangan Biaya Tak Terduga
Dalam perencanaan anggaran yang baik — terutama untuk renovasi — sebaiknya Anda menyediakan cadangan biaya tak terduga sekitar 10-15% dari total RAB. Cadangan ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan revisi desain, perubahan bahan, atau kondisi struktur sebenarnya yang berbeda saat renovasi berlangsung.
Contoh Kasar Perhitungan Anggaran Renovasi Kantor (24 m²)
Berikut contoh perhitungan sederhana untuk ruangan kantor seluas 24 m²:
Komponen Estimasi Biaya
- Atap & Insulasi Rp 4.800.000
- Dinding & Partisi Rp 3.600.000
- Lantai (vinyl/keramik) Rp 3.000.000
- Instalasi Listrik & Kabel Rp 2.400.000
- Pencahayaan & AC Rp 4.000.000
- Cadangan Tak Terduga (10%) Rp 1.700.000
- Total Estimasi ± Rp 19.500.000
Angka di atas hanya ilustrasi dan bisa berbeda tergantung lokasi, harga material sebenarnya, serta tingkat kesulitan renovasi.
Renovasi kantor perlu ada rencana yang jelas dan rinci.
Menghitung anggaran renovasi ruang kantor bukan hal yang sulit selama langkah-langkahnya dilakukan dengan terstruktur dan realistis. Dengan:
- Menentukan batas ruang yang akan diperbaiki,
- Menghitung biaya untuk setiap bagian,
- Menyediakan dana cadangan,
Anda bisa merencanakan renovasi dengan hemat, efisien, dan tanpa hambatan.
Ingin melakukan renovasi kantor yang terencana dan efektif? Kunci Istana siap bantu!
Segera hubungi Kunci Istana sekarang dan mulailah menghitung anggaran renovasi ruang kantor Anda secara tepat, agar hasilnya maksimal dan tidak ada pembengkakan biaya di tengah jalan! ☎️081517084558
🖥️support@kunciistana.id
🏢Jl. Gandasasmita No.139A, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
📲 https://kunciistana.id/




