Di tengah perkembangan kota yang begitu cepat, kualitas lingkungan ikut berubah. Salah satu yang sering dipertanyakan adalah keamanan air tanah. Banyak orang masih mengandalkan sumur bor atau sumur gali untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari mandi, mencuci, sampai memasak. Namun, masih amankah menggunakan air tanah saat ini?
Artikel ini membahas secara lengkap kondisi air tanah saat ini, risiko yang perlu diwaspadai, cara mengecek kualitas air tanah, serta solusi yang bisa diterapkan di rumah.
Air Tanah Masih Aman, tetapi Tidak Selalu Aman
Realitanya, air tanah tidak sepenuhnya berbahaya, tetapi tidak juga sepenuhnya aman. Keamanannya sangat bergantung pada lokasi, kedalaman sumur, kondisi lingkungan sekitar, serta pola pembangunan di area tersebut.
Seiring meningkatnya pembangunan rumah, minimnya area resapan, serta naiknya penggunaan septic tank, kualitas air tanah bisa berubah dan menurun. Kontaminasi bisa terjadi dari berbagai sumber, seperti: rembesan limbah domestik, septic tank yang tidak sesuai standar, pembuangan sampah sembarangan, limbah industri, dan penurunan muka tanah akibat eksploitasi berlebih.
Jadi, menggunakan air tanah masih bisa jika memenuhi standar keamanan tertentu. Namun tanpa pemeriksaan, risikonya cukup besar.
Mengapa Kualitas Air Tanah Saat Ini Banyak Dipertanyakan?
a. Tingginya Kepadatan Bangunan
Semakin padat pemukiman, semakin kecil pula ruang tanah untuk menyerap dan menyaring air. Kondisi ini membuat air tanah mudah terkontaminasi limbah rumah tangga.
b. Penggunaan Septic Tank yang Tidak Standar
Banyak septic tank yang dibuat terlalu dekat dengan sumur dan tanpa peresapan yang baik. Idealnya jarak septic tank ke sumur minimal 10 meter, tetapi di lapangan sering kali jaraknya hanya 2–5 meter.
c. Perubahan Iklim dan Penurunan Muka Air Tanah
Curah hujan yang tidak menentu turut memengaruhi ketersediaan air tanah. Sementara itu, penggunaan sumur bor yang berlebihan dapat menarik air dari lapisan yang sudah tercemar.
d. Limbah Detergen dan Bahan Kimia
Detergen, sabun, pemutih, dan bahan kimia rumah tangga lainnya sangat mudah meresap ke tanah. Jika tidak ada saluran pembuangan yang baik, kontaminasi dapat terjadi.
Risiko Menggunakan Air Tanah yang Terkontaminasi
Air tanah yang tidak bersih dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:
a. Risiko kesehatan
Penyakit yang bisa hadir diantaranya adalah diare, iritasi kulit, penyakit tifus, kontaminasi bakteri E. coli, dan gangguan pencernaan.
b. Risiko pada bangunan
Air tanah yang mengandung zat besi tinggi atau bersifat asam dapat merusak instalasi pipa, meninggalkan noda kuning, memunculkan kerak, dan menyebabkan korosi.
c. Risiko estetika dan kenyamanan
Bau, warna keruh, atau rasa yang tidak normal tentu mengganggu aktivitas sehari-hari.
4. Ciri Air Tanah yang Aman dan Tidak Aman
Ciri air yang aman:
Air tanah yang aman adalah yang jernih, tidak berbau, tidak berwarna, tidak meninggalkan endapan, dan rasanya netral.
Ciri air yang patut diwaspadai:
Air yang perlu kamu waspadai adalah yang berbau besi atau karat, berwarna kuning/cokelat, berminyak di permukaan, muncul endapan hitam, menyebabkan gatal setelah mandi, dan meninggalkan noda pada pakaian. Jika muncul satu atau lebih ciri tersebut, sangat mungkin terjadi kontaminasi.
Cara Memastikan Air Tanah di Rumah Anda Aman Digunakan
a. Periksa jarak sumur dan septic tank
Pastikan jaraknya minimal 10 meter dan septic tank kedap air.
b. Cek kondisi penutup sumur
Sumur terbuka lebih rentan kemasukan hewan kecil, daun, hingga air hujan kotor.
c. Lakukan pemeriksaan fisik
Amati warna, bau, dan rasa air secara berkala.
d. Gunakan alat test air sederhana
e. Lakukan uji laboratorium
Untuk hasil paling akurat, uji laboratorium adalah cara terbaik—minimal setahun sekali.
Solusi Jika Air Tanah Ternyata Tercemar
Jika air di rumah Anda tidak aman, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan:
a. Gunakan filter air
Mulai dari filter sederhana hingga sistem filtrasi berlapis (sedimen, karbon aktif, resin).
b. Gunakan toren penampungan
Toren membantu mengendapkan partikel kotoran dan menjaga stabilitas air.
c. Ganti atau perbaiki septic tank
Gunakan septic tank kedap air atau bio septic tank.
d. Perhatikan aliran limbah rumah tangga
Pastikan limbah tidak mengalir kembali ke area sumur.
e. Gunakan air PDAM sebagai alternatif
Jika kondisi sudah terlalu riskan, menggunakan PDAM bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Apakah Masih Layak Menggunakan Air Tanah di Masa Kini?
Jawabannya: Ya, masih layak selama kualitasnya baik dan selalu dicek secara berkala.
Akan tetapi, di daerah padat penduduk atau kawasan industri, risiko kontaminasi jauh lebih besar. Karena itu, penting untuk tidak hanya mengandalkan air tanah tanpa pengawasan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan lokasi rumah, kondisi lingkungan, kedalaman sumur, dan tingkat kebersihan sistem pembuangan.
Jika semua faktor tersebut diperhatikan, air tanah masih bisa menjadi sumber air yang ekonomis dan aman. Tips dari kunci istana perhatikan jarak air tanah dan pembuangan akhir atau septic tank agar air tidak mudah tercemar.
Kunci Istana selalu hadir untuk jadi partner kamu membangun istana impian. Dengan harga yang bisa dibicarakan, kamu bisa dengan mudah wujudin istana impian bersama kunci istana. Yuk mulai hubungi kontak kami di:
☎081517084558
🖥support@kunciistana.id
🏢Jl. Gandasasmita No.139A, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
📲 https://blog.kunciistana.id/




